1. Network layer bertanggung jawab menentukan alamat jaringan,
menentukan rute yang harus diambil selama perjalanan, menjaga antrian tafik di
jaringan. Data pada layer ini berbentuk “Paket”. Network ini berfungsi untuk
mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat Header untuk paket-paket dan kemudian
melakukan routing melalui internet-working dengan menggunakan router dan switch
layer
2.
Application layer Berfungsi
sebagai antarmuka dengan aplikasi dengan fungsionalitas jaringan, mengatur
bagaimana aplikasi dapat mengakses jaringan, dan kemudian membuat pesan-pesan
kesalahan. Protokol yang berada dalam lapisan ini adalah
HTTP,
FTP,
SMTP,
dan
NFS.
Presentation layer Berfungsi
untuk mentranslasikan
data yang hendak ditransmisikan oleh
aplikasi ke dalam format yang dapat ditransmisikan melalui jaringan. Protokol
yang berada dalam level ini adalah perangkat lunak redirektor (
redirector
software), seperti layanan
Workstation (dalam
Windows NT) dan juga
Network
shell (semacam
Virtual Network Computing (VNC) atau
Remote
Desktop Protocol (RDP)).
Session layer Berfungsi untuk
mendefinisikan bagaimana koneksi dapat dibuat, dipelihara, atau dihancurkan.
Selain itu, di level ini juga dilakukan resolusi nama.
Transport layer Berfungsi untuk
memecah data ke dalam paket-paket data serta memberikan nomor urut ke
paket-paket tersebut sehingga dapat disusun kembali pada sisi tujuan setelah
diterima. Selain itu, pada level ini juga membuat sebuah tanda bahwa paket
diterima dengan sukses (acknowledgement), dan mentransmisikan ulang terhadp
paket-paket yang hilang di tengah jalan.
Network layer Berfungsi untuk
mendefinisikan alamat-alamat IP, membuat header untuk paket-paket, dan
kemudian melakukan routing melalui internetworking dengan menggunakan router
dan switch layer-3
Physical layer Berfungsi untuk mendefinisikan
media transmisi jaringan, metode pensinyalan, sinkronisasi bit, arsitektur
jaringan (seperti halnya
Ethernet atau
Token Ring),
topologi jaringan dan pengabelan. Selain
itu, level ini juga mendefinisikan bagaimana
Network
Interface Card (NIC) dapat berinteraksi dengan media
kabel
atau
radio.
3.
Aplication
layer Melayani
antar muka antara aplikasi dan jaringan, protokol yang digunakan contohnya FTP,
DMTIP, POP3
Presentation
layer Menangani
format data agar dapat dimengerti oleh penerima, pada layer ini juga kompresi,
enkripsi-deskripsi data dilakukan, contoh protokolnmya ASCII, MPEG,
JPEG
Session
layer Memisahkan
data antar sesi dan antar aplikasi yang berjalan, contohnya protokol SQL, RPC.
Transpport
layer Mengatur
jalannya pertukaran data, pada lapisan ini juga ada fungsu error recovery,
contoh protokolnya TCP, UDP, SPX.
Network
layer Menentukan
jalur atau rute pengiriman dan meneruskan paket ke alamat tujuan, contoh
protokolnya IP, IPX ARP, RARP, ICMP, RIP.
Data
link layer Memeprsiapkan
dan membangun transmisi data, contoh protokolnya SLIP, PPP, MTU
Physical
layer Mentransmisikan
data biner melalui komunikasi, contoh protokolnya : 10baseT, 100baseT, RS232.
4. Cikal bakal
jaringan Internet yang kita kenal saat ini pertama kali dikembangkan tahun 1969
oleh Departemen Pertahanan Amerika Serikat dengan nama ARPAnet (US Defense
Advanced Research Projects Agency), sebuah bagian dalam kementerian Pertahana
Amerika Serikat memulai sebuah proyek, membuat suatu jaringan komputer yang
tersebar untuk menghindari pemusatan informasi di satu titik yang dipandang
rawan untuk dihancurkan apabila terjadi peperangan dan menciptakan jalur
komunikasi yang tak dapat dihancurkan, disisi lain memudahkan kerjasama antar
badan riset diseluruh negeri, seperti juga industri senjata. Maka terbentuklah
ARPANet.
Bila pada awalnya komputer
sejenis yang melakukan pertukaran data, bertambahnya komputer dengan berbagai
sistem operasi lain menuntut solusi baru komunikasi yang tak terbatas antar
semua badan yang tergabung dalam jaringan.
Untuk itu dibuat Internetting
Project, yang mengembangkan lebih lanjut hasil yang telah dicapai dalam
ARPANet, agar media komunikasi baru ini juga dapat dimanfaatkan oleh berbagai
sistem komputer yang tergabung, kemudian vendor-vendor komputer meramaikan lalu
lintas jaringa tersebut untuk berbagai kebutuhan sehingga terciptalah INTERNET.
Di awal 1980-an, ARPANET terpecah
menjadi dua jaringan, yaitu ARPANET dan Milnet (sebuah jaringan militer), akan
tetapi keduanya mempunyai hubungan sehingga komunikasi antar jaringan tetap
dapat dilakukan. Pada mulanya jaringan interkoneksi ini disebut DARPA Internet,
tapi lama-kelamaan disebut sebagai Internet saja.
Sesudahnya, internet mulai
digunakan untuk kepentingan akademis dengan menghubungkan beberapa perguruan
tinggi, masing-masing UCLA, University of California at Santa Barbara ,
University of Utah , dan Stanford Research Institute. Ini disusul dengan
dibukanya layanan Usenet dan Bitnet yang memungkinkan internet diakses melalui
sarana komputer pribadi (PC).
Berkutnya, protokol standar
TCP/IP mulai diperkenalkan pada tahun 1982, disusul dengan penggunaan sistem
DNS (Domain Name Service) pada 1984. Di tahun 1986 lahir National Science
Foundation Network (NSFNET), yang menghubungkan para periset di seluruh negeri
dengan 5 buah pusat super komputer. Jaringan ini kemudian berkembang untuk
menghubungkan berbagai jaringan akademis lainnya yang terdiri atas universitas
dan konsorsium-konsorsium riset.
NSFNET kemudian mulai menggantikan
ARPANET sebagai jaringan riset utama di Amerika hingga pada bulan Maret 1990
ARPANET secara resmi dibubarkan. Pada saat NSFNET dibangun, berbagai jaringan
internasional didirikan dan dihubungkan ke NSFNET. Australia, negara-negara
Skandinavia, Inggris, Perancis, jerman, Kanada dan Jepang segera bergabung
kedalam jaringan ini.
Pada awalnya, internet hanya
menawarkan layanan berbasis teks, meliputi remote access, email/messaging,
maupun diskusi melalui newsgroup (Usenet). Layanan berbasis grafis seperti
World Wide Web (WWW) saat itu masih belum ada, yang ada hanyalah layanan yang
disebut Gopher yang dalam beberapa hal mirip seperti web yang kita kenal saat
ini, kecuali sistem kerjanya yang masih berbasis teks.
Kemajuan berarti dicapai pada
tahun 1990 ketika World Wide Web mulai dikembangkan oleh CERN (Laboratorium
Fisika Partikel di Swiss) berdasarkan proposal yang dibuat oleh Tim
Berners-Lee. Namun demikian, WWW browser yang pertama baru lahir dua tahun
kemudian, tepatnya pada tahun 1992 dengan nama Viola. Viola diluncurkan oleh
Pei Wei dan didistribusikan bersama CERN WWW. Tentu saja web browser yang
pertama ini masih sangat sederhana, tidak secanggih browser modern yang kita
gunakan saat ini. terobosan berarti lainnya terjadi pada 1993 ketika InterNIC
didirikan untuk menjalankan layanan pendaftaran domain. Bersamaan dengan itu,
Gedung Putih (White House) mulai online di Internet dan pemerintah Amerika
Serikat meloloskan National Information Infrastructure Act.
Penggunaan internet secara
komersial dimulai pada 1994 dipelopori oleh perusahaan Pizza Hut, dan Internet
Banking pertama kali diaplikasikan oleh First Virtual. Setahun kemudian,
Compuserve, America Online, dan Prodigy mulai memberikan layanan akses ke
Internet bagi masyarakat umum. Sementara itu, kita di Indonesia baru bisa
menikmati layanan Internet komersial pada sekitar tahun 1994. Sebelumnya,
beberapa perguruan tinggi seperti Universitas Indonesia telah terlebih dahulu
tersambung dengan jaringan internet melalui gateway yang menghubungkan universitas
dengan network di luar negeri.